Latest Postings
Loading...

Development Economy

In Search of Excellence

Urban Development

Recent Post

Friday, January 10, 2014
3/1/14 Hold to His saying in Adh Dhuha (revised 14 Jan, 2014)

3/1/14 Hold to His saying in Adh Dhuha (revised 14 Jan, 2014)

On your chin, I see flowing tears
I see not your sparkling eyes but a darkness night with no glittering star
Your sorrow, took your soul
Your breath soothing no more
Your lips tight trembling with no speech
Imprisoning you to your hopelessness
And I begin to see a cold wilting you
MasyaAllah

rintik-rintik rasa meruntun menjujuh
sembunyi sinar matamu bagai malam tidak berbintang
lirih membuntal jiwa
tiada lagi hembusan nafas segar bertenaga
bibirmu rapat, hanya bergetar tanpa bicara
kau penjarakan dirimu dalam lara kehampaan
yang kulihat hanyalah dirimu kedinginan kuncup kian melayu
MasyaAllah


Friend, my dear
When you placed your soul for the colorful dreams of this world
Yet too little of your wants coming to you
Just sustain your forbearance
Cry not to your loosing dreams
Be hold your soul, recount all what you have
Look at you, look at me, we may never be equal
Listen to me: I have nothing more, you have nothing less
What we have, nothing is ours
Even this body, is just a clay, and this soul, is His
All are a loan for us just to be as how we should be
Believe me; The least we get, the better
We have less to carry, we have less to be responsible
Just as the camel walking light trailing his master
He serve with no asking

sahabatku, saudaraku
jika jiwamu kau pasrahkan untuk mimpi indah duniawi ini
sedang hanya sedikit yang engkau nikmati
terus cekal dan bersabarlah
jangan engkau tangisi apa nan tak kecapaian

terlalu banyak telah kita terima tanpa sadar
padamu, padaku, biar kita tidak mungkin sama
mengertilah: tiada lebih buatku, tiada kurang padamu
tiada yang abadi milik kita
biar tubuh ini; bakal lebur menghanyir
juga nafas ini, akan berpulang kepadaNya
segala, hanyalah pinjaman agar kita memperlakukan seharusnya kita
bersyukurlah: sedikit yang kita terima, itu lebih baik
pundak kita terbeban tiada
seperti sang unta, tanpa dagangan mengiring tuannya
 menerima hidup tanpa soal

Note:
Today as I drove to the Masjid (3 Jan., 2014), I hit the YouTube on a beautiful reciting of Surah Adh Dhuha, my memory plunged to a distance lost friend. What a coincidence, the Surah was then recited by the Imam at the Jumaah, and I was truly touched. This poem is my special dedication to my distance lost friend inspired by the Surah and a book title The True Secret by Dr. Amira Ayad, International Islamic Publishing House, Ryad 2011.

(2) There was a King in a distant State. One day he seem to fell sick. All the physicians and alchemist were called to treat him. None could do much. Then came a wise man, he said, "There is nothing wrong with the King. He just never be happy. So all you his men, soldiers, go round the State, and look for a man whom is always happy. Asked him for his shirt. Take the shirt for the King to put on. That would be the cure for our King". The soldiers searched every homes. They spied every human being. For months. They found no one that is happy all day, all the way. Then, a soldier went into a jungle. He heard a man singing. He sang happily. Non-stop. The man never seem to have any worry. He seem to be very happy all the time. Thye soldeir approached him. "Can I have your shirt?" asked the soldier. The man said No!. The soldier handed him a pouch of gold coins and command him to hand over his shirt. Again the man said No!. The soldier keep adding much more pouches of gold coins, and yet the man keep saying No!, till at last he just laughed aloud. He said "Doesn't matter how much money you give me, I can't give you my shirt. I have no shirt. I never ever having any shirt. I'm just a happy poor man". He then just laughed and sang happily. In The True Secret, Amira Ayad just flashs me to the Al Quran saying: "...I have given you much, just you never breath to count....". SubhanaAllah. Thern I recalled, Muhammad SAW, Umar Al Khataab, Ali Abi Thalib, Umar Abdul Aziz, they were King emperor indeed, yet they choose to be poor to make their Ummah happy. The same goes to Abu Bakar As-Siddique and Othman Affan. So was Abdul Razak Husein. May Allah bless their souls with countless rahmat for keeping themselves poor to make their subjects to have what they deserve. Yet then what and how should be us?

(3) We celebrate the Birthday of Muhammad SAW. We sing to him. We remember him. But most just a day, on this very day (today 14 Jan., 2014), not all the day all the time to its true sense. Most were being taught, to remember him so in hereafter his sufaat will save us from the day of Judgement torment, which to me is an attitude and teaching of a slavery loyalist.  We do thing for payment, reward. MasyaAllah.

Kuching, Sarawak
14 Jan., 2014

Thursday, January 2, 2014
2/1/14 MAK-BAPAK MAIN BOLA.....anak putus asa!

2/1/14 MAK-BAPAK MAIN BOLA.....anak putus asa!

Semasa mundir mandir melayan teman karib, saya teringat anak-anak Pengajian Al Quran di Kampung. Lalu kami singgah ke MPH di Kuching melihat-lihat apa mungkin saya boleh berikan kepada mereka. Saat saya sedang meneliti beberapa judul buku Islami kanak-kanak, saya terdengar rintihan:”Bapak, hendak buku ini”. Saya menoleh. Terpandang seorang anak sedang memegang buku sambil mengunjuk kepada ayahnya saya kira. Jawab si bapa ”Minta pada emak” tanpa dia menoleh kepada anak tersebut. Jawab si anak ”Emak kata minta kat bapak”. Si ayah tetap tidak menoleh. Saya hanya mengerling, mengeleng-geleng. ”Tak payahlah. Nanti kamu baca berhamburan di rumah” pintas si bapa.

(2) Minat membaca sukar untuk dididik. Jika mudah, maka tidak perlu Allah sering menegaskan Bacalah Al Quran. Membacanya, mendatangkan pahala. Mendengar bacaannyapun mendapat ganjaran pahala. Allah, kuasa yang paling berkuasapun terpaksa menawarkan insentif agar Muslimin membaca. Membaca adalah suruhan pertama Allah kepada Muhammad SAW. Itulah besarnya psikologi hikmah membaca. Namun, bila naluri itu ada tumbuh sejadi, kita dengan mudah membunuhnya hanya kerana takut rumah berhamburan. Astafirullah. Kalam, buku adalah ilmu. Kenapa harus kita takut rumah kita berhamburan dengan ilmu? Jikapun tidak cukup duit, katakan kepada anak itu ”Lain kali kita datang beli. Hari ini bapak belum cukup duit”.

(3) Di rumah saya di mana-mana, kehadiran buku adalah kemestian. Sesiapapun saya benarkan membaca, biar kemudian ianya bersepah di mana-mana. Buat saya, biar ilmu itu bersepah dari manusianya kemudian tidak berilmu bersepah sampah menyusah. Cuma, Alhamdulliah, atas sifat bengisnya saya semua akhirnya mengemaskan kembali apa yang mereka baca. Bahkan, di kedai dan restoran saya di Kampung, saya sediakan buku-buku untuk para pelangan baca dan atau lihat. Semuanya saya buat secara terbuka, tanpa berkunci atas keyakinan betapa segala buku itu terkandung ilmu dari Allah, milik Allah, maka biarlah ianya free access untuk sesiapa. Sepertinya Allah memberikan free access akan siang, udara, dan malam untuk semua. Percayalah, seseorang yang gemar membaca, adalah seseorang yang bakal suka menyelidik. Jika Melayu ingin cemerlang, jadilah Melayu yang suka menyelidik. Menyelidik menjadikan kita punya Intelligent Independent Mind dengan Clear Rationalisation. Apakah yang menjadikan Shafiee, Hambali, Hanafi, Ghazali dsb hebat?

(4) Buat anak-anak Pengajian Al Quran saya di Kampung, saya belikan buku-buku dari Siri Allah Sayang Kita; Kalimah Toyibbah; Koleksi Kisah Teladan Islam; Terima Kasih Allah; Sayang-Sayang Nabi; Al Quran Pertamaku dan sebuah Epik Melayu Hang Tuah. Sedang teman saya, membeli sebuah buku Masakan Melayu untu hadiah kepada Pembantu saya. Mungkin selepas ini dia akan pandai buat Laksa Sarawak. Lalu saya pesankan kepada teman karib saya: ”Nanti bila sampai di Kampung, bawalah anak-anak itu membaca buku-buku ini. Bawa mereka makan Laksa Sarawak. Ajar mereka membaca. Jadilah teman karib membaca mereka”. Alasan saya mudah, sesungguhnya kenangan manis banyak anak-anak terhadap nenek datuk mereka adalah kerana nenek-datuk mereka dulu-dulu adalah teman karib mereka mengaji membaca Al Quran. Saya mahu teman karib saya menjadi teman karib menyuburkan sifat gemarkan ilmu kepada anak bangsa ini, biar hanya sekelumit. InsyaAllah, dialah guru yang bakal suatu hari nanti mereka ingati. Saya hanya ingin sekadar menjadi pemudah cara. SubhannaAllah.

Nota:
Saya berdoa agar Allah merahmati Syed Moktar atas usahanya mengambilalih MPH lalu mengujudkan sebuah Ruang Khusus untuk terbitan Islami. Mudah-mudahan semangat Al-Bukhari terus subur dalam jiwanya dan berkembang luas ke seluruh jiwa anak-anak bangsa Melayu. Ringkasan MPH saya kira harus Syed Moktar jadikan Moktar Publishing House yang tarafnya setanding dan atau lebih baik dari Darussalam. Kita sudah jauh ketinggalan berbanding Gramedia Indonesia. MasyaAllah.

Kuching, Sarawak
2 Januari, 2014
Wednesday, January 1, 2014
1/1/14 BUDAYA KALUT YANG KIAN TERTANAM......Sabri Chik dan Zahid Hamidi psy-war!

1/1/14 BUDAYA KALUT YANG KIAN TERTANAM......Sabri Chik dan Zahid Hamidi psy-war!

Jabatan Kaji Cuaca (JKC) meramalkan sejak 29-31 Disembar, 2013 akan berlaku hujan lebat di beberapa bahagian di seluruh Negara, khususnya Kelantan, Trengganu, Pahang, dan Sarawak. Amaran Jingga di keluarkan. Saya berdoa-doa agar di Kampung saya tidak terjadi banjir. Dalam hati, ada sedikit rasa lega bila mendapati bulan tidak penuh. Maksudnya, hujan lebat tidak akan bertembung dengan air pasang besar, jika tidak, itulah alasan segala mengkarung dan badak sumbu(1) untuk mentakdirkan kehendak Allah. Mudah. Ringkas. Namun apakah benar dan atau betul? Syukur di Kuching pada 31 Disembar, 2013 dan 1 Jan, 2014 langit hanya berkabut memutih ibarat debu-debu salji sedang berguguran. Tidak panas. Tidak Hujan. Dingin enak. Maka saya tidak banyak menghantar ucap Selamat Tahun Baru kerana keadaan di hujung dan awal tahun sama saja, tiada yang baru, maka tidak perlu heboh sangat tentang yang baru. Saya hanya menghantar SMS kepada beberapa rakan yang mengucap Selamat Tahun Baru sebagai berikut: Yr End 2013= First Day 2014, Nothing Old, Nothing New!

(2) RTM lain pula warwarnya (seminggu-minggu) menjelang 2014. Berulang-ulang, Angin Demo Guling Kerajaan berputar-putar seolah-olah bahana itu jauh lebih parah dari bala Amaran Jingga JKC. Saya berfikir dan berfikir. Apakah benar semua ini? Di mana-mana di seluruh Negara, ramalan hujan akan berlaku. Bahkan musibah banjir masih belum lega. Akhirnya, bukan sekadar Demo Guling Kerajaan tidak ada, malah kegiatan Puyopun jadi kurang meriah sebab, Allah itu lebih adil caraNya menangani segala: hujan di sana-sini, kadang-kadang lebat, kadang-kadang tidak ada. Soalnya: apa dan kenapa kita jadi heboh kalut bodoh?. Kenapa saya menyoal sebegitu? Ada dua sebab. Pertama. Semalam Pesuruhjaya Polis Pulau Pinang (?) berkata: Polis tahu siapa mereka, dalang di sebalik mereka, dan sedang memerhati rapat mereka. Jika itu benar, saya ucapkan syabas. Tetapi harus kenapa heboh? Juga kemudiannya Persuruhjaya Polis KL menunjukkan beberapa bilah senjata tajam dirampas dari sekatan jalan yang dibuat di KL. Apa mungkin gambaran lain dari pendedahan tersebut? Kedua, 2014, kita hendak 35 (?) juta pelancung datang membawa Dollar ke Negara ini. Kita sekarang sedang Kesurupan Wang, kita sedang berusaha keras mencari Wang. Kita hebohkan apa yang mereka takutkan sepertinya apa yang sedang terjadi di Bangkok. Tidakkah itu anih, dan bodoh? Saat puak Litte India memberontak di Singapura, bagaimana caranya mereka menangani liputan akhbar mereka? Apa maksudnya? Sabri Chik, boleh ke duduk bersama para pakar psy-war dan semak kitab-kitab Islam tentang cara Islam menangani gelora sebegitu. Saya yakin, pasti dalam maksudnya, pekerti Muhammad SAW itu adalah Al Quran. . Ingat suatu kisah, dalam masa berkhutbah, seorang hamba Allah terlepas angin busuk. Semua saling mahu menuduh. Muhammad SAW sehabis khutbah mengajak semua kembali berwudhu. Apa maksudnya jika ini kita teliti dari sudut Public Communication? Saya bukan pakar Mass-Comm namun akal dapat mengerti cara membezakan segala, cuma malangnya, Islam sering saat hampir ke kubur baru kita sadar akan sempurnanya Adeen itu.

(3) Sabri Chik (juga Datuk Bandaraya KL) mungkin berkata, jika kita tidak buat begitu, maka kemungkinan Demo Guling Kerajaan akan berlaku pada tengah malam 31 Disember, 2013. Sasaran Demo adalah Padang Merdeka Kuala Lumpur. Bagi saya jika hendah Guling Kerajaan, bukan di Padang Merdeka, harus di Putera Jaya. Juga kenapa buat tengah malam. DYMM sedang beradu istirehat dan semua jentera Kerajaan tutup. Siapa hendak layan keperluan Angkat Sumpah Kerajaan Baru? Dari segi logik, siapa yang berminat sangat hendak gantikan Kerajaan yang ada? Tidak mungkin penjual sayur, penjual mi, penerima PPRT, atau nelayan miskin, apa lagi para pelacur dan penagih dadah. Pastinya mereka yang merasa dan sudah diberikan sedikit kuasa alternatif yang paling berminat akan hal tersebut. Tekaan saya yang paling seharusnya berminat untuk menguling kerajaan pastinya kelompok PKR. Jika tekaan saya benar, logikkah memulakan gerakan menguling kerajaan di Padang Merdeka? Saya berkira Shah Alam, George Town, Kota Bharu, dan mungkin Ipoh dan Kuala Trengganu adalah titik mula lebih benar dan berkesan. Tidakkah Sabri Chik kemudian perasan, betapa suasana sambutan Tahun Baru di Shah Alam dan Ipoh sangat aman dan harmonis, sedang kegilaan salji menghantu di Kuantan? Apa maksud di sebaliknya itu? Juga, kerja guling menguling di tengah malam, harus bukan dalam bidang menguling kerajaan. Lebih elok guling saling berguling hal lain, lagi enak, lagi seronok. Apa lagi jika di malam hujan. Buat anak di Malam Tahun Baru bukankah lebih bagus kerana jika Allah restui, pasti lahir anak 1Malaysia di hari Malaysia sejurusnya. Itu saya lebih bermakna. Juga, jikapun mereka dapat rampas Padang Merdeka, apa kuasa sebetulnya mereka dapat. Paling-paling saya kira, Kaca TV Terbesar di Malaysia peninggalan arwah Tok Mat. Saya melihat, saat kita sedang menerima Ancaman Jingga serta saran Tahun Melawat Malaysia 2014, kita tidak lebih bersedia ke arah itu tetapi kita lebih kalut akan prihal yang mana polis kata mereka tahu, mereka sedang perhati, dan mereka boleh bertindak di mana perlu. Tidakkah itu menunjukkan kebodohan nyata? Mungkin Sabri Chik, dalam semakan SOP Bencana Banjir, dia perlu masukkan Prosedur Kerja Menenung(2) Demo Guling Kerajaan sebagai salah satu Prosedur Utama. Saat Rakyat resah hebat dilanda banjir serta Belanja Back to School, Negara kita kalutkan dengan Demo Guling Kerajaan. Apa jenis ilmu Public Communication yang sedang Sabri Chik paksakan kepada Negara ini?

(4) Orang Permatang Pauh, Tanjung kata: Kami baru acah, depa dah kalut. Kalau lagu tu, kita terus acah depa biaq depa kalut sampai terkencing dalam seluaq. Inilah sifat yang akhirnya akan menjadi budaya kita, yang paling saya takuti. Terbiak syiah acah, terbangun syiah kalut. Kita kalut dalam segala, dan kita ajak seluruh Negara kalut bersama. Akhirnya, Rakyat akan menjadi Rakyat Mudah Percaya Khabar Angin, puncanya siapa?  Atau juga akhirnya, Rakyat akan punya sikap tak acuh. Tidak percaya. Tidak yakin. Tidak peduli. Sabri Chik dan Zahid Hamidi, apakah itu yang hendak kita bentuk? Hangpa tak suka kat Mahathir, tak apalah, itu hak hangpa, sifat suka kalut bukankah itu maksud Mahathir, saat kita tidak ada keyakinan diri, kita suka mengelabah, prejudis?

(5) Sesungguhya apa yang saya lihat, jika apa yang kita buat bukan jatinya Demi Negara apa lagi Demi Allah, tiada satupun keberkatan yang akan kita perolehi. Segala apa yang Kerajaan dan mereka yang anti-Kerajaan buat saya melihat hakikatnya adalah puyo semata-semata. Di pihak Polis, mereka sedang menari ikut gendang musuh, saya khuatir, kerana pihak yang anti-Kerajaan sememangnya hendak membantai Kerajaan, maka sikap profesionalisma kepolisan kita akhirnya akan sering dijadikan perdebatan. Perhatilah di mana-mana, saat rakyat sudah boleh dihasut untuk tidak mempercayai Polis, maka pasti darah Rakyat akan membanjir jalananan, yang berakhir Negara dan Rakyat sendiri porak peranda. Saat sebegitu terjadi, apakah Polis juga tidak akan porak peranda? Saya, dengan rasa rendah diri, menyeru biarlah Polis buat kerja secara jujur, tegas, diam-diam. Tidak perlu heboh-heboh. Saya kian khuatir melihat, Police Press Conference kian menjadi Commisioners of Police Self-Marketing Stage. Biarlah akhbar dan media itu jadi milik syiah Politik dan Artis, itulah periuk nasi mereka, tetapi tidak sebegitu seharusnya caranya Polis. Saya faham tetang Ilmu KePolisan khusus dalam soal Supprise dan Psy-War, namun itu adalah cara Barat. Marilah kita mulai beralih kepada cara Islam. Saya menduga, "Polis" Allah adalah para Malaikat. Mereka bekerja diam-diam, penuh patuh, tepat. Buatlah kebajikan sepertinya kamu memberi lewat tangan kanan, sehingga tangan kiripun tidak tahu. Kebanyakan anggota Polis adalah Muslim, biarlah Islam jadi pegangan caranya kita. Carilah jalan keberkatan dalam apa juga prilaku kita.

Nota:
(1) Mengkarung mata dia besar, tetapi tajamkah pengelihatannya?. Apa maksud Allah pada mahlukNya itu sebegitu? Badak sumbu, badan besar, otak kecil, mata kecil, telingapun kecil. Sifatnya suka saja merudu. Kenapa? Apa kias Allah padanya? Dari buku The End of the World, karangan Dr. Muhammad al-Areeefi saya terbaca hadis riwayat dari Imraan ibn Al-Huayn: "The best of you are my generation, then who came after them, then those who come after them, then those who come after them. Then there will come after them people who will give testimony when they are not asked for it. They will be dishonest and unstrustworthy, they will makes vows and not fulfil them, and obesity will become widespread among them.
(2) Menenung, istilah ini bermaksud menilik. Kerja bomoh, pawang. Kerja serkap jarang terkadang hasil dorongan lowongan iblis syaitan.

Kuching International Airport, Kuching.
2 Jan., 2014
Back To Top