Latest Postings
Loading...

Development Economy

In Search of Excellence

Urban Development

Recent Post

Showing posts with label Song. Show all posts
Showing posts with label Song. Show all posts
Wednesday, August 1, 2012
3/8/12 kepadaMu aku pasrah.......renungan buat shanis

3/8/12 kepadaMu aku pasrah.......renungan buat shanis

Orang Melayu bilang: Jauh perjalanan, luas pandangan. Pengertiannya amat mudah, Melayu sebetulnya amat mengalakkan pencarian ilmu dan pengalaman. Makanya, kalau kita menonton wayang gambar Melayu, terutama lakunan Nordin Ahmad, Mustapha Maarof, S Kardisman, Ahmad Mahmud, Mat Sentol bahkan empat musketeers P Ramlee, S. Shamsuddin, AR Tompel, dan Aziz Satar pasti ada watak pengembaraan dan penemuan.

(2) Ramadhan adalah bulan kembara, perjalanan yang seharusnya kita manafaatkan dengan sesempurnannya. Kita berjalan seharusnya dengan mata hati yang tajam. Kita seharusnya berjalan untuk mengerti fitrah tujuan kehidupan kita.

(3) Sesungguhnya, saya terpana membaca teteran kehidupan Abie G. Ade, bermula dengan anak miskin Yogyakarta. Lantaran kekekurangan hidup yang maha berat, maka pendidikannya terkorban. Jiwa ingin berbaktinya, membawa dia bergelandangan ke Jakarta, dengan sebuah gitar menyusuri segala jalan dan lorong. Anak sampah, keluarga sengsara, pengayuh beca, perempuan-perempuan malam, segala resah dan jerit kota dia lihat, dengar, dan rasa. Keperihan yang dilalui, bahkan dilihat dan didengarnya, pasti menjadikan dirinya menyoal dan menemui.

(4) Saya kira, di bulan Ramadhan ini, saya ingin membawa kalian cuba mendalami mata rasa hati Abiet G. Ade lewat sebuah puisinya: kepadaMu aku pasrah. Ingat dia tidak mengalah dan berhenti, dia memohon untuk menerjah dan redha.

kepadaMu aku pasrahkan
seluruh jiwa dan ragaku
hidup dan mati ada di tanganMu
bahagia sedih ada dijariMu

cukup lama aku mencari
menebus pekat dan menjaring kelam
menyusuri langkah yang makin jauh
adalah firmanMu pemandu jalanku

batu gunung tetap tegar
meski angin geram menerpa
batu karang tak hendak terhempas
rindu keteguhan imanku
hamparan langit biru

kering air mata hapuslah duka
adalah firmanMu pemandu jalanku
kepadaMu aku memohon
nyalakan semangat bangkitkan nyali
robohkan tantangan ombak lautan
rahasia hidup mesti terpecahkan


(4) Buat saya, cintanya kepada Yang Mencipta, memperkukuh cintanya pada cita-cita impiannya, jelas dalam tikaman lidahnya: kepadaMu aku memohon, nyalakan semangat bangkitkan nyali,robohkan tantangan ombak lautan,rahasia hidup mesti terpecahkan. Cabaran hidup terus mahu dia terjah. Dia tidak terlalu mudah menerima kekalahan sebagai kudrat. Kedukaan dia singkirkan. Kebangkitan hebat lewat pengertian panduan firmanNya yang luas dia tuntut. Hidup dan nasibya, dia terus mahu tebus. Cita-cita impiannya dia gengam dan galang dia terjang.

kuching, sarawak
2 august, 2012

nota:

Mas Abiet.G Ade, terima kasih mas, gue sering dengerin nyanyian lu saat gue kelam sih. Terkadang pikiran gue juga sering masai, namun suara hati mas, secepatnya membangkit gue kembali. Mudah-mudahan Mas terus dipanjangkan usia dan dirahmatiNya. Gue kepingin sekali ketemu sama lu. Kita nyanyi bersama berita kepada kawan
3/8/12 kepadaMu aku pasrah.......renungan buat shanis

3/8/12 kepadaMu aku pasrah.......renungan buat shanis

Orang Melayu bilang: Jauh perjalanan, luas pandangan. Pengertiannya amat mudah, Melayu sebetulnya amat mengalakkan pencarian ilmu dan pengalaman. Makanya, kalau kita menonton wayang gambar Melayu, terutama lakunan Nordin Ahmad, Mustapha Maarof, S Kardisman, Ahmad Mahmud, Mat Sentol bahkan empat musketeers P Ramlee, S. Shamsuddin, AR Tompel, dan Aziz Satar pasti ada watak pengembaraan dan penemuan.

(2) Ramadhan adalah bulan kembara, perjalanan yang seharusnya kita manafaatkan dengan sesempurnannya. Kita berjalan seharusnya dengan mata hati yang tajam. Kita seharusnya berjalan untuk mengerti fitrah tujuan kehidupan kita.

(3) Sesungguhnya, saya terpana membaca teteran kehidupan Abie G. Ade, bermula dengan anak miskin Yogyakarta. Lantaran kekekurangan hidup yang maha berat, maka pendidikannya terkorban. Jiwa ingin berbaktinya, membawa dia bergelandangan ke Jakarta, dengan sebuah gitar menyusuri segala jalan dan lorong. Anak sampah, keluarga sengsara, pengayuh beca, perempuan-perempuan malam, segala resah dan jerit kota dia lihat, dengar, dan rasa. Keperihan yang dilalui, bahkan dilihat dan didengarnya, pasti menjadikan dirinya menyoal dan menemui.

(4) Saya kira, di bulan Ramadhan ini, saya ingin membawa kalian cuba mendalami mata rasa hati Abiet G. Ade lewat sebuah puisinya: kepadaMu aku pasrah. Ingat dia tidak mengalah dan berhenti, dia memohon untuk menerjah dan redha.

kepadaMu aku pasrahkan
seluruh jiwa dan ragaku
hidup dan mati ada di tanganMu
bahagia sedih ada dijariMu

cukup lama aku mencari
menebus pekat dan menjaring kelam
menyusuri langkah yang makin jauh
adalah firmanMu pemandu jalanku

batu gunung tetap tegar
meski angin geram menerpa
batu karang tak hendak terhempas
rindu keteguhan imanku
hamparan langit biru

kering air mata hapuslah duka
adalah firmanMu pemandu jalanku
kepadaMu aku memohon
nyalakan semangat bangkitkan nyali
robohkan tantangan ombak lautan
rahasia hidup mesti terpecahkan


(4) Buat saya, cintanya kepada Yang Mencipta, memperkukuh cintanya pada cita-cita impiannya, jelas dalam tikaman lidahnya: kepadaMu aku memohon, nyalakan semangat bangkitkan nyali,robohkan tantangan ombak lautan,rahasia hidup mesti terpecahkan. Cabaran hidup terus mahu dia terjah. Dia tidak terlalu mudah menerima kekalahan sebagai kudrat. Kedukaan dia singkirkan. Kebangkitan hebat lewat pengertian panduan firmanNya yang luas dia tuntut. Hidup dan nasibya, dia terus mahu tebus. Cita-cita impiannya dia gengam dan galang dia terjang.

kuching, sarawak
2 august, 2012

nota:

Mas Abiet.G Ade, terima kasih mas, gue sering dengerin nyanyian lu saat gue kelam sih. Terkadang pikiran gue juga sering masai, namun suara hati mas, secepatnya membangkit gue kembali. Mudah-mudahan Mas terus dipanjangkan usia dan dirahmatiNya. Gue kepingin sekali ketemu sama lu. Kita nyanyi bersama berita kepada kawan
Friday, November 25, 2011
12/11/11 SAILING

12/11/11 SAILING


I woke up late. I have a late reading last night. My heart was lost. I ignored Him, whole night, I was sadden. I walked, then looking into the mirror, I found I'm loosing my face. My heart not with me. My mind can't control me. Where am I?

(2) The music lighted my home. Going through many in piles, Rod Steward, seem fit me well to this end. Let me than share, as my mind try to create a bigger thought, later.

I am sailing, I am sailing
Home again cross the sea
I am sailing, stormy waters
To be near you, to be free

I am flying, I am flying
Like a bird cross the sky
I am flying, passing high clouds
To be with you, to be free
Can you hear me, can you hear me
Thro' the dark night, far away
T am dying, forever crying
To be with you, who can say
Can you hear me, can you hear me
Thro' the dark night, far away
I am dying, forever trying
To be with you, who can say

We are sailing, we are sailing
Home again cross the sea
We are sailing stormy waters
To be near you, to be free
Oh Lord, to be near you, to be free
Oh Lord, to be near you, to be free
Oh Lord, to be near you, to be free, Oh Lord

Note:
Song by Rod Steward


matang jaya, kuching
26 nov., 2011
Saturday, October 8, 2011
no image

5/10/11 ORANG-ORANG TERKUNCIL

dari sudut-sudut mataku
mengalir butir-butir air bening
kuhapus dengan rambut anakku
yang tidur dipeluk ibunya

hari demi hari kulewati
usai sudah hukumanku
kuayun langkah kebebasan
kuhirup nafas kerinduan
kini aku pulang semoga dapat diterima
ingin kubuktikan maknanya bertobat
seperti impianku akan kubangunkan kecerahan
kubaktikan sisa hidup untuk kebajikan
namun ternyata apa yang kuterima
semburan ludah sumpah serapah

dalam kegelapan ini
dukaku panas terbakar
apapun yang di depanku
rasanya ingin kuhempaskan
betapa aku terluka perjuanganku sia-sia
apakah orang sepertiku
harus terkuncil selamanya
kemanakah harus kubuangkan kegetiran
langit yang kutatappun berpaling dariku
dimanakah keluhanku akan didengar
semua jalan telah tertutup buat namaku
yang kupelajari dari buku suci
tak ada kata terlambat untuk bertobat
nyatanya jiwaku tetap terpidana
sesungguhnya aku telah mati dalam hidup

nota: dari Abiet G Ade

terasi, simunjan
8 Okt., 2011
Wednesday, September 21, 2011
29/9/11 WALAU HABIS TERANG

29/9/11 WALAU HABIS TERANG


kuterbiasa tersenyum tenang
walau.....hatiku menangis
kaulah cerita tertulis dengan pasti
selamanya dalam pikiranku


peluk tubuhku untuk sejenak
dan biarkan kita memudar dengan pasti
biarkan semua seperti seharusnya
tak akan pernah menjadi milikiku

lupakan semua tinggalkan ini
kukan tenang dan kau kan pergi

berjalanlah walau habis terang
ambil cahaya cintaku terangi jalanmu

di antara beribu lainnya
kau tetap kau tetap kau tetap
bederang...

Lagu&Lirik: Aiel
Peterpan
Sunday, August 21, 2011
12/8/11 PERCAYA PADAKU

12/8/11 PERCAYA PADAKU


aku tak tahu apa yang kurasakan dalam hatiku
saat pertama kali lihat dirimu melihatmu

seluruh tubuhku terpaku dan membisu
detak jantungku berdebar tak menentu
sepertinya aku tak ingin berlalu

berikan cintamu juga sayangmu
percaya padaku ku 'kan menjagamu
hingga akhir waktu menjemputku

kuberikan cintaku juga sayangku
percaya padaku ku 'kan menjagamu
hinga akhir waktu menjemputku

saat kutahu kau akan pergi jauh
ijinkan aku tuk slalu menanti dirimu
untuk katakan 'ku ingin dirimu
agar kau tahu betapa ku terlalu
mencintamu aku akan menunggu
hingga dirimu kembali untukku

tolonglagh aku bagaimana diriku ungkapkan itu
rasa yang membelenggu dalam hatiku kucinta padamu


Note:
Lyric by Pasha, Arranged by Unggu. A song that took me off from the poor rural farmer old lady that was knocked by a motorist this morning. I pray she'll make it. The lyric, the rythm are really pasionating and let me share this gift by Unggu for all especially to another lady whom I wish her the best of life.

Sadong Jaya-Kuching
21 August, 2011
Monday, May 23, 2011
20/5/11 CINTA SEBENING EMBUN

20/5/11 CINTA SEBENING EMBUN


Untuk entah seberapa lama lagi, rasanya gue, untuk terus mampu berdiri, berjalan, gelandangan ke mana saja samaunya. Saat tiba musim angetsebegini, pasti ada saja, rasa yang yang terus menabrak-tubruk dinding jantung gue, entah kepada siapa harus dihamburkan. Bukan gue sesal, bukan juga gue marah, cuma gue sebel tersadar sering saja kelewatan, dalam memetik embun dingin buat menyapu wajah tidur, yang entah mungkin terlahir dari sering keterlambatan gue dalam menghambat waktu, bagai janjiNya, pasti gue, kapanpun jika enggan berani-tega, pasti gue terkecundang di mana-mana dan kapan juga.

(2) Biar gue menyanyi aja dulu, ngak mau mikir yang abot-abot dulu, biar gue gelandangan, mabur ringan, bukan tanpa tujuan. Kesuwon Mas Abiet G. Ade atas rasa hatimu buat seiringan teman jalan-jalan pasrah:

Cinta sebening embun
na na na na
pernah kau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati
derita di mata derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan

sepasang podang terbang melambung
menukik bawah seberkas pelangi
gelora cinta dalam dada
kenapa tak pernah engaku hiraukan

selama musm belum bergulir
masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengetian pintupun tersibak
cinta mengalir sebening embun
kasihpun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
na na na na

pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu
sejuta impian sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan

selama musm belum bergulir
masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengetian pintupun tersibak
cinta mengalir sebening embun
kasihpun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
na na na na

Kuching, Sarawak
23 mei, 2011
Tuesday, May 17, 2011
11/5/11 JIKA MUHAMMAD TAK HIJRAH, JIKA PARAMESWARA TAK DATANG KE MELAKA..

11/5/11 JIKA MUHAMMAD TAK HIJRAH, JIKA PARAMESWARA TAK DATANG KE MELAKA..


Muhammad Ibnu Abdullah Ibn Mutalib Ibn Abdul Manaf lahir dan dibesarkan di Mekah. Beliau subur menggali ilmu dan kematangan juga di Mekah. Kerana keluhuran dan kebijaksanaan Mutalib dan Abi Thalib, serta kedudukan kekayaan isteri baginda Khadijah, baginda dewasa dalam penuh kehormatan Quraish di Mekah. Diwahyu dan diangkat menjadi 'hamba' Allah, juga di Mekah. Mekah adalah tanah tumpah darahnya dia. Namun, saat baginda mahu berbakti kepada ummah, menyelamatkan ummah, baginda Allah 'henyakkan' dengan keperluan 'lari': hijrah. Baginda memulakan jalan 'bakti' sebagai 'perlarian', terhalau, terancam.

(2) Di Madinah, kaum yang sering bertelagah di sana, dapat baginda satukan, biar kaum Yahudi atas sifat ingkar mereka yang toktok terus saja menduga kerja kebaktian baginda. Jika Muhammad tidak dipaksa hijrah, apakah kita kini akan dapat menerima betapa jalan kejayaan itu tidak mudah? Juga jika Yahudi tidak terus mengingkari Muhammad, apakah kini kita akan sentiasa diingati betapa di sekeliling kita akan tetap ada kepura-puraan? Juga apakah juga mungkin kita akan percaya:"There is always a light at the end of the tunnel", jika selepas dihenyak hebat, keazaman dan kejujuran Muhammad akhirnya membuahkan hasil?

(3) Di abad ke 12, Melaka sudahpun berpenghuni. Di sinilah dulunya, perkampungan Melayu sudah terbina. Mereka punya budaya dan temaddun hidup tersendiri. Pastinya, lewat nukilan Munshi Abdullah, yang terkarang di abad ke 19, tercerita bagaimana dhaifnya keadaan perkampungan dan cara hidup Melayu. Kalau kita baca, kita hayati, pastinya, tidak ada Melayu hari ini mahu mengaku Melayu. Kita akan malu dengan 'budaya jijik' yang dulunya kita warisi.

(4) Saya ingin kali ini, hanya mahu berbicara setakat itu, dan menyisipkan sebuah lagu, nyanyian Iwan Fall, dulunya Artis Jalanan di Jakarta. Saya sangat beruntung dapat ketemu penyanyi ini semasa saya melawat Jaya Pura, Papua, Indonesia sedikit masa dahulu. Iwan secara kebetulan menginap di kamar bersebelahan dengan kamar saya. Dia diceritakan pernah terpenjara kerana jerit susahnya membela bangsa di zaman Pak Harto.

jaman berubah perilaku tak berubah
orang berubah tingkah laku tak berubah
wajah berubah kok menjadi lebih susah
manusia berubah berubah rubah

tapi yang dicari yang komedi
revolusi yang dinanti yang datang azali
lembaga berdiri berselimut korupsi
wibawa menjadi alat melindungi diri

pendidikan adalah anak tiri yang kesepian
agama bagi topeng yang jijik
kemiskinan memaharajalela
yang kaya makin rakus saja
hukum dan kesihatan dijual belikan

tapi yang terkhusus oleh berkepentingan (ngaur:serabut)
pemrintah keasyikan berpolitik (ngaur)
partia politik sibuk mentuhankan uang
ada rakyat yang melapar makan daun dan arang
telivisi sibuk mencari iklan
sementara banyak yang tunggu giliran
rakyat dan sang jelata menatap dengan mata kosong
di mana aku hampa ditelan tsunami

Kuching, Sarawak
18 May, 2011
Monday, May 16, 2011
14/5/11 ELUTE

14/5/11 ELUTE


Boney M is among my popular collection. I don't really know why, but their songs gave me lots of spiritual visualization of many facets of lives. Today, I feel damn 'lazy', many times I have been to the washroom, yet feel reluctant to take a bath and walk out of my home. Not wanting my brain to be 'dumb', I just work on few of my collections. Boney M seem attracting me the most.

(2) While flipping the book: Overcoming Poverty Through Credit, The Asian Experience in Replicating the Grameen Bank Approach, the song title Elute by the Group really wake me up. I tried to write the song here to be shared by all:

(this is a story of Elute, a man who was born to be hunted like wild animal because he was poor, he refused to accept his fate, and today his honor has been restored)

he was only 19 and was sentenced to die
for something that someone else did
and blamed on Elute
and they chained him to life
and so he could escape
from thereon they chased in a search
for him for days and nights all over Spain
but the searched was in vain for Elute

he has only seen the dark side of life
the man they called Elute
and he wanted a home just like you and like me
in a country we all would be free
though he taught him some to read and write
it didn't help Elute
they was one who helped him to escape
over night they have to find Elute

(so they paint of his name
spread like wild fire all over the land
with the price on his head
people still gave him bread
and they gave him the hands
for they knew he was right
and despite was that bite)

no one gave you a chance
in the Spain in those days
almost every place they have pools of the face of Elute
and he bucked where he could
just like once Robin Hood
in final they caught him
and they drag him
in the end what they caused him in vain
all the chain came the same...and Elute

he has only seen the dark side of life
the man they called Elute
and he wanted a home just like you and like me
in a country we all would be free
and freedom came to his land
and also to Elute
now he walks in the line of the shine....

Kuching, Sarawak
17 May, 2011
Tuesday, March 8, 2011
JUST LET ME TRY A SONG...

JUST LET ME TRY A SONG...


Send someone to love me
I rest in arms
Keep me safe from harm
In pouring rain
Give me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I'm growing old before my time

As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doing all I can
To be a better man

Go easy on my conscience
Cause it's not my fault
I know I've been taught
To take the blame

Rest assured my angels
Will catch my tears
Walk me out of here
I'm in pain
As my soul heals the shame
I wil grow through this pain
Lorad I'm doing all I can
To be a better man

Once you have found that lover
You're homeward bound
Love is all around
Love is all around
I know some have fallen on stony ground
But love is all around

Send someone to love me
I need to rest in arms
Keep me safe from harm
In poring rain
Gibve me endless summer
Lord I fear the cold
Feel I'm growing old before myu time
As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doing all I can
To be a better man

by Robbie William: Better Man
Back To Top