Latest Postings
Loading...

Development Economy

In Search of Excellence

Urban Development

Recent Post

Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts
Friday, December 6, 2013
5/12/13 HARI AKU MENANGIS BERTANYA?

5/12/13 HARI AKU MENANGIS BERTANYA?

runtuh di mana-mana
dada sesak menyimbak deras air berkaca-kaca
perjalanan semalam nan perih lara
kembali bertandang tanpa segan biar telah lama kuhalau pergi

astarfirrullah. astarfirullah. astarfirullah. berkali-kali terulang-ulang
dada perih pada tubuh berguling-guling
mataku engan pejam biar rembulan sudah nyenyak
tuhan. kerdil jadinya diriku ini
sesat mahunya fikiranku ini
kalah rasanya asaku ini
berputus mungkinkah aku?

biarlah kupinta dariMu
kalau ada sumur di ladang
apa boleh kutumpang mandi
jika gagah hidupku Kau beri panjang
apa mungkin aku kental berdiri?

agar tegar kupimpin sesiapa berjalan sama, InsyaAllah.

nota:
illustrating photo cropped from johnlund.com. TQVM

terasi, pendam, simunjan
6 dis., 2013
Tuesday, October 1, 2013
2/10/13 PADA MEREKA......siapakah kita?

2/10/13 PADA MEREKA......siapakah kita?

saat segala kehausan:
danau kekeringan berganti lopak
lalu para ikan dan belut mengemis nafas
para kodok entah sembunyi ke mana?
sedang flamingo berdansa kenyang keriangan
rusa-rusa bergelut hidup bersama lumpur
tanpa sedar sebentar ada yang mengelupur
hanya harimau dan buaya paling bersyukur
dan serigala tumpang mengamin


saat padang merekah-rekah
menguning lembah mematikan asa:
ke mana belalang mencari pucuk?
ke mana rama-rama menghisap madu?
ke mana cacing sembunyi diri?
cengkerikpun membisu
hanya debu berterbangan menutup pandang


adakah kita merasa dan mengerti?
paling tidak bertanya, siapa kita:
pada ikan dan belut, hidup pasrah sekadarnya?
pada flamingo, sekadar singgah berdansa indah?
pada kodok, sering saja melompat pergi, hidup sendiri sembunyi di balik daun mati?
pada rusa, megah bertahta indah di tanduk saja?
pada buaya dan harimau kenyangnya pada ngeri kematian?
apa lagi, pada licik srigala tahunya hanya mencuri?
juga pada yang kerdil-kerdil, terpinga binggung terus?


Hati Tuhan, bagaimanakah harus menghiburkanNya?

Pasir Panjang, Kuching
1 Okt., 2013
Friday, August 30, 2013
13/8/13 aku tidak mengucap selamat tinggal

13/8/13 aku tidak mengucap selamat tinggal

kutunggu di pantai bergelora
dalam gundah dalam gelana
saban waktu tanpa mengerti di mana kamu
setiap deru angin memukul cemara
kukira suara pastinya langkah kakimu
ternyata aku sering khilaf
angin adalah angin
datang dan pergi tetap sama
tiada engkau di situ
tidak akan pernah nyata mimpiku di situ
namun aku tetap sabar

suatu petang meminggir sebuah perahu
kupegang talinya biar tubuhku terpaksa bergulat menahan badai
aku berkira engkau pasti hadir sebentar lagi
kita akan belayar bersama biar ke mana
sedang ombak terus memukul kencang
angin melanda kegilaan
tanganku jadi kepenatan
tali terlepas
malam bertandang
perahu hilang entah ke mana

aku terkusur menyembah pantai
lalu menengadah ke langkit tanpa bintang dan bulan
hitam pekat semua
dingin mengigit tubuh dan hatiku
perlahan-lahan aku terluka
kini sengoyoran membawa diri

mengertilah, saat matinya jasadku
aku tidak mengucap selamat tinggal kepadamu
aku sekadar sedang mencari banyak erti
agar menjadi titian hidupmu penuh pasti

terasi, pendam, simunjan
25 ogos, 2013
Friday, August 23, 2013
10/8/13 Alif Lam Min dan doa

10/8/13 Alif Lam Min dan doa

lihatlah di gurun, gersang mematikan
namun, kaktus tetap bertahan
dan unta terus berlengok tanpa penat
jangan lupa, kala dan ular tetap ada
para helang tetap juga segar kepak mereka
tanyalah:
apakah mereka mengerti berdoa?
apakah doa mereka?
apakah mereka hanya berdoa?
lihatlah:
kaktus bertahan kerana durinya
namun bertahannya untuk para tikus nan dahaga
unta besar bonggol di pundaknya
lelahnya demi penghambaannya untuk pengendera
kala dan ular, tahu di balik batu mana harus mereka sembunyi diri
hidup mereka, demi helang untuk terus segar
dan helang tiada henti berlegar
mengkhabar berita buat pengembara, di sana ada kehidupan
alam, seisi alam, doa mereka, agar hidup untuk sujud kepada manusia
Alif Lam Min, alam, sebegitulah Allah jadikan agar kita mengerti MahaRahimNya
Alif Lam Min, ilmu, tanpa fikir mengongkel, tiada kita akan pernah mengerti
tanpa mengerti, Alif Lam Min, alam, kita terima sekadarnya, tanpa ilmu
namun:
apakah bakti doa kita untuk alam?
paling, bagaimanakah bakti doa syukur kita kepada Pencipta alam dan ilmu?
yang mana?:
Ya Rabbi, rahmatilah hidupku dengan segala kemurahanMu atau
SubhannaAllah. Ya Allah. Rahmatilah aku demi tujuan hidupku pada mahuMu?

terasi, pendam, simunjan
24 ogos, 2013
Wednesday, July 17, 2013
8/7/13 the wilting me.....

8/7/13 the wilting me.....

dari sebuah belukar berduri ranjau
kupetik sekuntum mawar hanya untukmu
kurentasi tujuh benua lewat tujuh ketandusan
kurenangi tujuh lautan lewat segala kemasinan
tujuh purnama lamanya aku menghambatmu

from the thorny field, I plucked the rose
for you, I crossed the seven deserts and salty seas
in seven months, I walked and sailed in pain


senyum manis melirikmu mengetarkan
aku terpana saat di kejauhan
namun saat harum tubuhmu menusuk deriaku
kau berpaling mendongak ke langit
sepertinya bintang kau hambat hajati
kembangku tidak pernah kau sentuh peduli
lalu engkau melangkah pergi tinggal aku tertegun sepi
dan tawamu tetap kuikuti di balik angin-angin pagi

from a distance you threw me a smile
sweet and filling
but as we touch, you turned to the sky searching for the stars
ignoring the rose in my hand
and you walked pass, I stood to loneliness
only your laughter made me accompanied


mawar ini
dulu indah sekali
kelopaknya hijau segar
tangkainya jinjang melintuk-liuk
rangginya merah harum semerbak
jadi kegilaan segala
kerana terbakar matahari jadinya begini
kusirami airmata agar tetap merah sebegini
dan mengertilah merah menyala rangginya hanyalah airmata darahku
dan kini tanganku yang berdarah
apa mungkin aku akan layu sepertinya mawar ini?

I just want you to know, the rose is my blood tears to keep them ever red
though it is not

 will I not be also exhausted to death?

nota:
The illustration photo and sketch are sourced from the internet under the topics of wilting rose and bleeding hand. Thank to the contributor. Catatan ingatan ke atas seorang teman yang kabur terus lari membawa hati kerana tidak dipeduli, mudah-mudahan di bulan Ramadhan ini, di manapun engkau berada, semoga Allah memelihara Iman dan kesihatanmu. Aku pasti menyusul suatu hari nanti.

terasi, pendam, simunjan
30 june, 2013

Tuesday, June 18, 2013
6/6/13 maka kita?

6/6/13 maka kita?

sepohon nangka di laman:
tangan siapa menanam?
tangan siapa menuai?
tangan siapa bergetah?
tangan siapa menyuap manis?


sepohon nangka nan tegak rimbun:
segar enak memandang
memayung teduh anak-anak bermainan
berbuah manis enak santapan
burungpun kenyang
apa lagi tupai dan munsang
ayam-itik sibuk menceker menangkap panganan
kucingpun tumpang mengaru tangan
dan lalat terus menyambung zuriat
cengkerik sembunyi aman dalam timbunan rontokan dedaunan
pupa rama-rama montok menumpang nikmat berulam
dan segala rerayap berduyun singgah bersarang


saat rebahnya menyembah bumi:
dahan dicincang, batang dibakar
akar dibongkar ditanam yang lain
matinya tanpa nisan
matinya, namanya tidak tercatat
matinya, ingat manusiapun tidak
biar hidupnya selamanya segalanya bukan untuknya, tidak pernah untuk dirinya
sekadar hamba, sebenar-benar untukNya


makanya kita?

kuching, sarawak
XVIII jun, 2013

Nota:
Nangka kahwin sukun, sepertinya Melayu kahwin Jawa, sesama Homo sp: “Caranya dengan menyambung pucuk sukun dengan bibit nangka ataupun pohon nangka yang sudah berbuah. Pohon ini bisa digabungkan ditandai dengan nama ilmiahnya sukun `Arthocarpus altilis` sedangkan nangka adalah `Arthocarpus integra`,” terang Rasmi di Padang. Penanam juga dapat berkreasi dengan pohon nangka, potong pohon nangka setinggi 1,5 meter, biarkan sampai bertunas,” kata Rasmi. “Kemudian sambung dengan pucuk sukun, nanti akan didapatkan sukun yang berbuah di ujung atau di pucuk, sedangkan nangka berbuah di pangkal batang.
Monday, June 17, 2013
4/6/13 tinggalkan rindu menjauh......

4/6/13 tinggalkan rindu menjauh......

di batas dua benua sekian waktu kita terpisah
semalam di pantai berangin deras
kusaksi mentaripun terbenam
aku, yang telah berjalan dan terus berjalan
sadar, biar rembulanpun pasti ngak akan bangun dari lenanya
segalanya pasti kegelapan, dan aku pasti terus sendiri meniti hempasan ombak di gigi pantai

berserah? telah lama aku berserah
lelah? lama sudah aku berdarah
menyerah? itu bukan aku
hanya aku memilih untuk diam
menelan segala, menjadi diriku untuk lebih bisa bertahan

namun tanpa mengerti perhitungan Tuhan
rembulanpun menguak dari balik pekat malam biar bukan pada waktunya
kegelapan memudar, samar-samar tersirna menjelmakan bayang-bayang
dan kita bertembung
SubhannaAllah. lalu berdekapan erat
engkau menangis melimpah tumpah. aku tetap diam
Tuhan sepertinya telah meleburkan benua. Tuhan sepertinya telah memulangkan waktu
sepertinya batas pemisah sudah runtuh buat kita berpesta
air matamu pergi, senyummu mengganti rembulan
gejolak riangmu mengganti deburan kasih ombak di dada pantai
namun aku tetap memilih untuk diam
kerana, biar kita telah di sini, tetap waktu bukan milik kita
biar benua telah tiada, namun pulau-pulau pemisah tetap menjelma
waktu akan terus menghadirkan ruang
ruang akan menghadirkan rindu
perjalanan kita akan tetap ada sepi dan sunyi seringnya

diam lamaku telah menjadikan kubanyak mengerti
betapa bapa kita Adam AS pernah sengaja Allah hadiahkan sepi
dalam kekosongan sepi, Adam AS jadi rindu
lalu Hawa hadir dalam rindunya. lantas mereka berpesta meraikan kesempurnaan
tanpa tahu, rindu menjelmakan kealpaan. rindu melahirkan ruang kekosongan
dalam kekosongan syaitan mengisi segala
maka syurgapun pernah terlepas dari kita
maka saat lerai pelukanku di tubuhmu, aku pinta janganlah ada rindu
biar rindu kita tinggalkan menjauh
gantilah rindu dengan keyakinan Iman
biar Iman mengisi kekosongan, bukan syaitan menyesatkan

terasi, pendam
17 jun, 2013
Tuesday, June 4, 2013
1/6/13 walking to your happiness...asalkan kau bahagia!

1/6/13 walking to your happiness...asalkan kau bahagia!

as I fly high, you took me down
I succumbed hard to the ground
your joy shinned as I crumble to broken wings
you laughed high celebrating in great happiness
it was hard hurting on me deep to my soul
but didn't you see, I never cry

saat aku di angkasa lepas, kau bedik kutersungkur terkapai
sayapku patah badanku hancur
lalu engkau tertawa penuh keriangan
perit sekali namun roh tetap kukendong
dan aku bertahan diam

jalanku kini jalan dingkelang
tetap kujalani biar payah
kerna kutahu engkau cukup senang aku terus sebegitu
namun aku bukan badut di arena sarkas untuk terus ditertawakan
aku sekadar sabar menahan derita biar tanpa pengakhiran
membahagiakan engkau sepuasnya
saban waktu
di mana jua
kerna kupasti, setiap satunya akan berakhir juga
sepertinya saat malam menjelma
kita akan sama-sama baring ketiduran
tawamu sepi, deritaku mati
apapun, sebegitulah segalanya, tetap berakhir

now I'm walking with limping steps
I'll continue to tumble with the distance
I know you enjoy seeing me that way
but I'm not a clown in a circus show
I just want to enjoy the pain with possible no end
walking to your happiness as long as I have to stay
everyday
everywhere
as deep in my heart, I know, everything will end somewhere
just as the night fall
both you and me will fall asleep
your laughter gone, my pain die
it will be always surely that way

terasi, pendam
4 june, 2013

Monday, March 4, 2013
2/3/13 MENCOBA MENCARI ERTI.....

2/3/13 MENCOBA MENCARI ERTI.....

aku berdiri menyeru, kamu antara aku dan segala
sedang aku berfikir, kamu melemaskanku
aku sujud menyerah, kamu memalingkan aku
dalam setiap baringku, kamu meresahkanku
dalam setiap fikir dan rasaku, kamu tegar hadir kapanpun

sepertinya hidup dan kehidupan ini segar, kerana adanya kamu
dan matiku, puas kerana adanya kamu
syurgaku mengharum, kerana kamu tetap di sampingku


namun, kita tidak pernah di sini
sejuta yang hadir, bukanlah kamu
tanpamu, aku bukanlah aku
tanpamu, aku tidak satu


ketiaadaan kamu, aku terpaksa terbang sendiri
Ya Al Haq, akan terus kucari erti semua ini

"in so many faces, I search for a friend
whom will stand by me, once I'm betrayed
but, as I befriend more, I found none
this search, should it end here?"
*

and let me walk just bowing to earth
ignoring all those bystanders,
looking at no more faces,
listening at no more laughter,
indifferent to all smiles,
attending to no more cries.....

my heart harden in my weakening soul
my sweat and tears can no more flow
in deep emptiness my body shakes
my feet bleed pus as I walk pass
Ya Al Haq, SubhanaAllah,
is this should it be me, whom You created?
should I just pass, succumb to my defeat?
or is this the true love that I must take as Your test?

aku tidak akan pernah berhenti
aku akan terus coba mengerti
aku akan terus mencari erti
aku akan terus bernafas untukmu
aku akan biar terus berdarah untukmu
aku akan tetap di sini
mencoba mencari erti**

SubhanaAllah, tidak semua kupinta Kau hadirkan
namun Kau cukupkan apa yang aku perlukan***

bantulah aku bairlah aku mengerti

sibu longhouse airport
17 oct., 2012

note:
*dari Omar Khayyam dalam The Wine of Wisdom
**dari Ariel dari Cobalah Mengerti dalam Kisah Lainya, Catatan 2010-2012
*** Ali Abi Thalib dalam Lilinpun Dipadamkannya oleh Wiwid Prasetyo
Sunday, December 30, 2012
12/12/12 Hidup Ini Keras, Terjallah....

12/12/12 Hidup Ini Keras, Terjallah....

hati nan pejal,
kutemui di sebuah perjalanan panjang
membeku bergumpal bersama sejarah silam nan perit
lalu dengan telaten
kukumpul tujuh wangian kembang, kusiraminya, tetap pejal
kukumpul tujuh dulang embun gunung, kusucikannya, tetap pejal
kubasuhinya dengan limpahan zam-zam, tetap pejal
kuberdoa dan bertasbih buatnya, tetap pejal
dan airmata kutetes di atasnya, pun kering sudah,
berbekas sekelumitpun tiada
pejalnya membatu


Ya Rabbi, pada Ibrahim aku berkaca
pada Abi Thalib aku bersandar
pada Nuh aku menduga
namun pada Yunus aku terpidana
apa lagi Yusuf menjadikan aku nanar
sekian waktu aku betah pada jalan nan kupilih
kini kupaksa untuk menoleh melangkah pergi
dan melepaskan
biar akhirnya aku berdarah bernanah sendiri
seperti Khaleed Al Walid tersedu di padang pasir menyendiri

Ya Rahim, pada pejalnya
ngak mungkin aku terus terkapar
padaku aku masih samar tentang Kau sembunyikan siapa sebetulnya aku
mungkin Kau hanya mahu aku mengutip hati-hati yang banyak nan masih berharap
hidupku bukan buat satu, seperti juga bukan buat aku seaku
aku terima
sehingga sampai waktunya Engkau perjelaskan
pada aturannya diketentuanMu

bukan maaf yang kupersembahkan
setulus mohon semoga benar jalananku
Ya Rahman bimbinglah terus kami bersama
jangan pejalnya remuk merugikan
dan aku tidak nanar kekaparan menjadi pejal bersama dan kalah
biarlah kami menerjal terus hidup yang keras ini
meninggalkan kelmarin menghambat esok

terasi, pendam, sarawak
1 Januari, 2013

Tuesday, October 2, 2012
1/10/12 BIARLAH AKU BERDARAH.....

1/10/12 BIARLAH AKU BERDARAH.....

biar malam telah berlabuh pekat
biar rembulan engan menemaniku
aku tidak akan pernah berhenti
berjalan biar terus berdarah
aku sanggup derita sebegini
sampai kapan
biar di matamu,betapa butanya aku
biar di bibirmu, betapa celuparnya aku
biar di hatimu, betapa kecilnya aku
tetap aku berjalan menghambat mahuku
demi tulus tiada terbahagi ini

kerana aku mengerti
luka tetap jadi miliku
kerana aku juga mengerti
betapa Dia tidak memperkenankan semua mahuku
betapa Dia tidak meluruskan semua jalananku
betapa Dia tidak mencabut semua keperitanku
namun Dia mencukupkan aku secukupnya
dan tetes-tetes darah di setiap langkahku adalah kebahagianmu
dan itu hambatanku, kebahagainmu biar pada tetes-tetes darahku
sepertinya, cukup untuk aku membahagiakanmu dengan tetes-tetes lukaku

pontianak, indonesia
1 oct., 2012
1/10/12 BIARLAH AKU BERDARAH.....

1/10/12 BIARLAH AKU BERDARAH.....

biar malam telah berlabuh pekat
biar rembulan engan menemaniku
aku tidak akan pernah berhenti
berjalan biar terus berdarah
aku sanggup derita sebegini
sampai kapan
biar di matamu,betapa butanya aku
biar di bibirmu, betapa celuparnya aku
biar di hatimu, betapa kecilnya aku
tetap aku berjalan menghambat mahuku
demi tulus tiada terbahagi ini

kerana aku mengerti
luka tetap jadi miliku
kerana aku juga mengerti
betapa Dia tidak memperkenankan semua mahuku
betapa Dia tidak meluruskan semua jalananku
betapa Dia tidak mencabut semua keperitanku
namun Dia mencukupkan aku secukupnya
dan tetes-tetes darah di setiap langkahku adalah kebahagianmu
dan itu hambatanku, kebahagainmu biar pada tetes-tetes darahku
sepertinya, cukup untuk aku membahagiakanmu dengan tetes-tetes lukaku

pontianak, indonesia
1 oct., 2012
Thursday, September 27, 2012
11/9/12 SAAT KITA NGAK JEJAK......berguguranlah kita akhirnya

11/9/12 SAAT KITA NGAK JEJAK......berguguranlah kita akhirnya


mentari membakar
anginpun kering
aku berjalan di padang gersang
di tanganku sekuntum mawar
kucoba mempertahan ia dari panas melayukan
cuma telapak tanganku yang kecil bisa kutadahkan
(lalu kuputuskan berjalan di kegelapan malam
lalu langkah kakiku kian kebentur)
saat embun berluruhan, kutangkap kutetes ke kelopaknya
agar terus segar
layunya tetap menerpa
dan aku menangis
agar airmataku bisa juga terus menyegarkannya
namun tetap payah
kelopaknya gugur satu-satu perlahan-lahan
biar dalam derai airmata penuh kasih sayang

mawar
tubuhku melayang
saat kita sama ngak jejak
berguguran adalah fitrahnya

Pontianak, Kalimantan Barat
28 Sept., 2012
11/9/12 SAAT KITA NGAK JEJAK......berguguranlah kita akhirnya

11/9/12 SAAT KITA NGAK JEJAK......berguguranlah kita akhirnya


mentari membakar
anginpun kering
aku berjalan di padang gersang
di tanganku sekuntum mawar
kucoba mempertahan ia dari panas melayukan
cuma telapak tanganku yang kecil bisa kutadahkan
(lalu kuputuskan berjalan di kegelapan malam
lalu langkah kakiku kian kebentur)
saat embun berluruhan, kutangkap kutetes ke kelopaknya
agar terus segar
layunya tetap menerpa
dan aku menangis
agar airmataku bisa juga terus menyegarkannya
namun tetap payah
kelopaknya gugur satu-satu perlahan-lahan
biar dalam derai airmata penuh kasih sayang

mawar
tubuhku melayang
saat kita sama ngak jejak
berguguran adalah fitrahnya

Pontianak, Kalimantan Barat
28 Sept., 2012
Friday, August 3, 2012
6/8/12 PINTA JALAN MATIKU.....my death destiny(draft)

6/8/12 PINTA JALAN MATIKU.....my death destiny(draft)

gelap cintaku membawa aku ke pundakMu
dalam kesyahduan semerbak wangianMu
sirna hangatMu menghampar alam indahMu
rohMu padaku, mengasak aku melaju
meneter erti hadirnya aku
lalu aku belari-lari menari-nari dalam dingin runtuhan embun
kakiku tak jejak, tubuhku menukik-nukik
biar senja berlabuh, aku tetap melangkah
dari ArasyiMu, Kau hadirkan bintang-bintangMu
bergemerlapan saat pekat malam berlabuh
memandu aku

my bleeding broken love
took me to Your mountain high
Your fragrant cooled my heart
Your warmth shone me Your divine
Your soul in me, pushing me hard
walking me searching my trueself
i danced to the breeze in the falling dust
my feet float my body fly
Your darkness fell, my foot steps remained
from Your heaven You presented twinkling stars
as the night fall their sparkling intense
guiding me through


kepadaMu aku bersujud
kepadaMu aku menghulur tadah
kepadaMu aku persembahkan
buatMu abadi seluruh cintaku
buatMu sepenuhnya diriku
Tuhan, dekap eratlah aku
pandulah aku melewati pedih lukaku
buka seluruh gerbangMu
pada kudrat jalanan hidupku, mengabdi cintaku
mensyukuriMu, lewat kesejahteraan ummahMu
ke akhirnya
jika aku pergi, hampirkanku kepada syahid

to you i prostrated
before You i raised my hands
to You my prays
for You now all my love i pass
in You, my wholesome i'll surrender
hold me my Lord, to Your dearest
help me walk over all my killing pains
open all Your doors
to my sole destiny
glorifying You, in the happiness of Your human kinds
to the end
if i die, let me be close to martyr


note:

Anthropologist Helen Fisher takes on a tricky topic – love – and explains its evolution, its biochemical foundations and its social importance. She closes with a warning about the potential disaster inherent in antidepressant abuse. She studies gender differences and the evolution of human emotions. She's best known as an expert on romantic love, and her beautifully penned books -- including Anatomy of Love and Why We Love -- lay bare the mysteries of our most treasured emotion. Full bio »
 
There’s all kinds of reasons that you fall in love with one person rather than another: Timing is important. Proximity is important. Mystery is important. You fall in love with somebody who’s somewhat mysterious, in part because mystery elevates dopamine in the brain, probably pushes you over that threshold to fall in love.” (Helen Fisher)

Kebun Teh, CiJinjing, Bandung
18 Feb, 2012
6/8/12 PINTA JALAN MATIKU.....my death destiny(draft)

6/8/12 PINTA JALAN MATIKU.....my death destiny(draft)

gelap cintaku membawa aku ke pundakMu
dalam kesyahduan semerbak wangianMu
sirna hangatMu menghampar alam indahMu
rohMu padaku, mengasak aku melaju
meneter erti hadirnya aku
lalu aku belari-lari menari-nari dalam dingin runtuhan embun
kakiku tak jejak, tubuhku menukik-nukik
biar senja berlabuh, aku tetap melangkah
dari ArasyiMu, Kau hadirkan bintang-bintangMu
bergemerlapan saat pekat malam berlabuh
memandu aku

my bleeding broken love
took me to Your mountain high
Your fragrant cooled my heart
Your warmth shone me Your divine
Your soul in me, pushing me hard
walking me searching my trueself
i danced to the breeze in the falling dust
my feet float my body fly
Your darkness fell, my foot steps remained
from Your heaven You presented twinkling stars
as the night fall their sparkling intense
guiding me through


kepadaMu aku bersujud
kepadaMu aku menghulur tadah
kepadaMu aku persembahkan
buatMu abadi seluruh cintaku
buatMu sepenuhnya diriku
Tuhan, dekap eratlah aku
pandulah aku melewati pedih lukaku
buka seluruh gerbangMu
pada kudrat jalanan hidupku, mengabdi cintaku
mensyukuriMu, lewat kesejahteraan ummahMu
ke akhirnya
jika aku pergi, hampirkanku kepada syahid

to you i prostrated
before You i raised my hands
to You my prays
for You now all my love i pass
in You, my wholesome i'll surrender
hold me my Lord, to Your dearest
help me walk over all my killing pains
open all Your doors
to my sole destiny
glorifying You, in the happiness of Your human kinds
to the end
if i die, let me be close to martyr


note:

Anthropologist Helen Fisher takes on a tricky topic – love – and explains its evolution, its biochemical foundations and its social importance. She closes with a warning about the potential disaster inherent in antidepressant abuse. She studies gender differences and the evolution of human emotions. She's best known as an expert on romantic love, and her beautifully penned books -- including Anatomy of Love and Why We Love -- lay bare the mysteries of our most treasured emotion. Full bio »
 
There’s all kinds of reasons that you fall in love with one person rather than another: Timing is important. Proximity is important. Mystery is important. You fall in love with somebody who’s somewhat mysterious, in part because mystery elevates dopamine in the brain, probably pushes you over that threshold to fall in love.” (Helen Fisher)

Kebun Teh, CiJinjing, Bandung
18 Feb, 2012
Friday, July 27, 2012
8/7/12 KEKASIH GELAPKU......my dark soul

8/7/12 KEKASIH GELAPKU......my dark soul


I. saat hangat benderang sang suria
terhamparlah sebuah taman
mempersembah kemeriahan segala warna;
mengamit segala rasa
menarilah segala kupu-kupu dan lelebah;
mengutip tetes-tetes manisan mengumpal madu
lalu sibuk semua labah-labah, menjaring kehidupan
girang para unggas, melepas rindu bersahut janji
syurga sepertinya di bumi ini

(dan aku berjalan lalu....)

as the glorious warm shine
opening the ocean of garden
displaying the splendid of colors;
made flow stream of feelings
butterflies and the bees, buzzing turning nectar to honey
the spiders busy weaving their lives
the whistling of the fauna, are jungle of beautiful promises
heaven as if here on earth

(and I passed by...)

di pojokan menari-nari mawar putih
hatiku jagi kegilaan
langkahku ngak payah kuarahkan; sendiri menerjah pergi
fikiranku bulat mengerah tangan; menghulur jari memetik tangkai
dan mawar terus meliuk menari melari sukar kugapai
lenganku tertusuk duri; hatiku ngak merasa
kakiku tertusuk perdu; hatiku juga ngak kerasasan
tubuhku terperangkap ranjau; hatiku tetap diam

(semerbak taman, sesuci mawar putih melupakan aku akan segala
sepertinya syurga ingin kupetik di hujung jari....)


in the distance corner, stood a white rose
my heart drum fast, my mind lost my soul
my feet walked me without thought;
pushing hard for the rose
as I extended my finger to touch, she danced away in the wind
my walked through torn my arm; yet my heart can't feel
my feet crashed into the hard stumps; my heart just denied
I was then trapped in the prison of torn; my heart fell silent

(the fragrant forest, the purist rose took me all
as if heaven was there to my finger tip...)


II. God, Allah the All-Mighty
sit by me, You sent a fairy
dancing merrily in the candles light as the white rose
all my pains flew to heaven
as I submerged in her beauty and scent, the wind took away the light
darkness was then over me; I waited awake in the whole darkness
my pains return eating my soul
as the sun shine, I fallen to sleep whole day light
and when I woke, again in the absent of light
as it goes, now darkness is my new world
and the pains are my best lover

Tuhan, Ya Allah Azza Wa Jalla
tersimpuh di sisiku, Kau hadirkan bidadari
menari-nari dalam lingkaran cahaya semerbak mawar putih
mencabut pergi segala sakit tubuhku
dan aku hanyut dalam kesahduan; namun terpadam dalam hembusan angin
kelam pekat menyelubungiku; terpingga aku di sepanjang gelita
dan pedih nanah memamah jiwaku
saat suria pamit; aku terkulai lelah ketiduran
saat aku kembali sadar; hanya malam yang ada
sebegitu berulangan, dan gelita teman baruku
dan kesakitan adalah kekasih setiaku


terasi, pendam, simunjan
28 july, 2012
Wednesday, June 27, 2012
11/6/12 hati kita yang memilih

11/6/12 hati kita yang memilih


paginya, memandi alam memutih
segalanya terang ke depan dan pasti
terasa segar dan membungar
biru gunung biar jauh tetap biru
hijau lautan biar bergelora tetap hijau
awan pekat biar menghitam tetap kembali putih
jalanan biar berliku tetap jelas
langkah kita ada pantas ada lambat namun tetap melangkah
segalanya hati kita menentukan

malam
berlabuh menutup hari dengan kelam
setajam mana mata menikam, namun gunung hanyalah dingin pekat hitam
sejauh mana mata menghala, lautan hanyalah desir ombak
kaki sekuat mana mahu mengheret, sering saja terkesandung
malam kudratnya penutup hari
mengingatkan kita, hitam kerana adanya putih
cuma, hati kita yang memilih
melangkah hanya di kesiangan atau membeku bersama malamnya


nota: untuk sesiapa dalam kemelut sepertinya shanis

terasi, pendam, simunjan
28 jun, 2012
Friday, June 22, 2012
9/6/12  sama menanti

9/6/12 sama menanti


sekian waktu aku menatap waktu
dari rembulan girang benderang
sampai mentari undur sembunyi diri
berulang-ulang selama masih ada hari
dan engkau sepi
matamu sirnanya di mana?
apa hadirmu ada ertinya?
biar aku tidak mengerti
aku tetap tegar dan pasrah menanti

kini
waktupun berlalu
dan engkau sudah tiada di sini
pohon bambu tempat kita berteduhpun hanya diam
angin sudah engan menderu
ombak tidak lagi pamit mengembur
alam di mana semua suara?

khabarlah hilangmu kuburnya di mana?
bisa kutancap batu nisan dari batu gunung paling keras
agar esok aku mengerti engkau sudah pergi
dan sejuta doaku lafazkan buat jambatan kau ke syurga
selagi aku bernafas
dan mungkin aku juga menurutimu ke sana
sebentar lagi mungkinnya
nantilah

terasi, pendam
22 june, 2012
Sunday, June 10, 2012
5/6/12 siapa merindui siapa?

5/6/12 siapa merindui siapa?


entah kudrat entah peringatanNya?
aku jadi kian resah belum mengerti
di desaku ini telah hadir seorang tua
tuanya bukan dimamah usia
tuanya lantas masa tidak pernah bersahabat dengannya
anak-anaknya entah ke mana
apa lagi dinamakan cucu-cucunya
jauh sekali pedulinya sanak saudara
temannya hanya tongkat kayu
sepertinya dia adalah penanda waktu

is it a fate or His reminder?
I'm in darkness to understand
an elder comes before me
aging, for time has never being his friend
nor his kids took him by the hand
in the absent of everyone care
only the walking stick makes him stand
every step is a minute on the clock

saat mentari mendaki langit
pasti dia berjalan pengkang pengkong mengukur kampung
biar perlahan namun tetap tegar
baju dan seluarnya tetap berwarna biru
kakinya telanjang tiada sepatu
telapak kakinya pasti kematu terbiasa membakarnya aspal

as the sun hover the mountains
he passes in limping dance
slow and indifferent
only his blue shirt and trouser care for him
his feet bare and harden to the heat of the asphalt
no pain he can feel

ketika kupinjamkan tanganku
senyumnya mati
suaranya plong kosong
pinar matanya kaku kering

as I held my hand out
not a smile, he can grin
not a word, he can say
his glare is a death savana

tika jemari waktu tumbuh 10, dia mampir melepas haus
saat mentari bayangnya tiada, mampir lagi menghilang dahaga
mampir dan perginya dia tanpa salam
mata-mata banyak memandang, apa mungkin ada ketukan di hati?
atau sekadar plong atas keterbiasaan hidup sehari-hari

as the clock strikes 10, he dropby to kill his thirst
as the sun at its height, he stand to seek for a sip
he comes and goes with no salam
and many eyes see him by, yet is there a knock on their hearts?
or is just another day as it goes?

dan aku, kian bertanya sendiri
di antara aku dan dia
siapa mungkin duluan akan merindui siapa?

deep in me, figuring our fate
between me and him
who will soon be missing each other?

dan di antara kami berdua
nantinya, siapa berjalan dahaga di Masyar?
dan siapa pula , hanya melempar pandang di jendela syurga?

and between us
who will then walking in thirst at Masyar?
and who will then just lookout through the window of the heaven?


terasi, pendam, simunjan
10 jun., 2012
Back To Top